Ikatan
Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) komisariat IAIN Walisongo Semarang, tepatnya di Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Walisongo, merupakan komisariat di bawah naungan
DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Pusat. Berdirinya IAEI komisariat IAIN Walisongo diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam pengembangan kurikulum dan SDM ekonomi Islam secara riil di Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Walisongo Semarang.
Ikatan
Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) sendiri merupakan organisasi para akademisi dan praktisi untuk melakukan kajian,
pengembangan, pendidikan dan sosialisaasi Ekonomi Islam. IAEI dideklarasikan
pada tanggal 3 Maret 2004 di Kampus Universitas Indonesia Salemba, setelah
sehari sebelumnya menyelenggarakan Konvensi Nasional Ekonomi Islam di Istana
Wakil Presiden RI, Jakarta.
IAEI dideklarasikan oleh para akademisi dan
praktisi Ekonomi Islam di Indonesia. Tokoh-tokoh yang ikut menandatangani
deklarasi IAEI, antara lain adalah : Burhanuddin Adullah (Gubernur BI), Ketua
Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI KH Ma’ruf Amin, Ketua BAZNAS Achmad Subianto,
Ketua PSTTI PPsTUI Mustafa Edwin Nasution, Pakar Ekonomi Unhas Prof. Dr. Halide
dan Dirut BMI A. Riawan Amin.
Berdasarkan konvensi nasional dan deklarasi IAEI,
Mustafa Edwin Nasution Ph.D (mewakili kalangan akademisi) dan Ir. Muhammad Syakir
Sula, AAIJ, FIIS (mewakili praktisi) dipilih dan ditetapkan sebagai ketua umum
dan wakil ketua umum IAEI. Selain itu, konvensi juga mengamanahkan kepada Ketua
Umum dan Wakil Ketua Umum terpilih untuk membentuk struktur kepengurusan secara
lengkap yang kemudian dikukuhkan dalam Muktamar I di Medan. Muktamar I IAEI
dilaksanakan tanggal 19 September 2005 dan berhasil mengesahkan AD/ART IAEI dan blue print
Ekonomi Nasional yang berbasis syariah.
Sebagai organisasi para akademisi dan praktisi,
IAEI bertujuan untuk membangun jaringan dan kerjasama dalam mengembangkan
ekonomi Islam, baik nasional maupun Internasional. Untuk mencapai tujuan ini,
IAEI mempunyai beberapa program kerja yang beberapa diantaranya telah
direalisasikan dalam bentuk kegiatan-kegiatan seperti : Simposium Menyusun Kurikulum Ekonomi
Syariah untuk Program D III, S1, S2, S3 dan diserahkan kepada Dirjen Dikti
Depdiknas dan Departemen Agama, Seminar RUU Perbankan Syariah, Aliansi Sinergis
dengan MES, PKES, ASBISINDO, dan AASI.

